Iklim Bisnis di Indonesia


Berdasarkan informasi yang saya baca, iklim bisnis –dimodifikasi dari definisi “iklim investasi” Stern (2002)– adalah semua kebijakan, kelembagaan, dan lingkungan, baik yang sedang berlangsung maupun yang diharapkan terjadi di masa depan, yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis (Kuncoro, 2006).

Dari berbagai studi dan survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor utama yang memengaruhi iklim bisnis secara umum dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Stabilitas makroekonomi
  2. Kualitas insfrastruktur
  3. Kejelasan dan kepastian kebijakan ekonomi
  4. Transparansi dan efisiensi birokrasi
  5. Tingkat korupsi
  6. Tingkat kerumitan prosedur dan regulasi yang mengatur proses kegiatan bisnis
  7. Upah buruh dan masalah perubahan lainnya
  8. Keamanan.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi iklim bisnis Indonesia, mencakup:

  1. Instabilitas makroekonomi
  2. Kualitas infrastruktur terutama: transportasi, listrik, dan telekomunikasi
  3. Korupsi baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemda
  4. Ketidakpastian kebijakan ekonomi
  5. System hukum dan penyelesaian konflik
  6. Tarif dan administrasi pajak
  7. Ketrampilan dan pendidikan tenaga kerja
  8. Peraturan ketenagakerjaan baik dari pemerintah pusat maupun pemda
  9. Biaya dan akses pembiayaan (cost of finance and financial access)
  10. Surat ijin baik dari pemerintah pusat maupun pemda
  11. Peraturan perdagangan dan bea-cukai baik nasional maupun regional
  12. Tingkat kriminalitas, pencurian dan kerusuhan
  13. Praktek-praktek monopoli
  14. Urusan pertanahan
  15. Perizinan usaha.

Contoh dari faktor yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia :

  1. Kenaikan harga BBM yang rata-rata lebih dari 120 %
  2. Kenaikan suku bunga
  3. Kenaikan upah minimum
  4. Kenaikan tarif dasar listrik dan gas
  5. Pemberlakuan PP No. 63/2003 yang diberlakukan surut sejak 1995 di Batam. PP mengenai pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dan pajak pertambahan nilai (PPN)
  6. Pungli yang telah ada sejak mencari bahan baku, memproses input menjadi output, hingga tahapan ekspor
  7. Butuh waktu 168 hari untuk mengurus perizinan berbelit-belit dengan biaya yang dapat mencapai rata-rata 14,5 % dari rata-rata pendapatan pengusaha.

Sumber :

http://agusnuramin.wordpress.com/2010/09/22/task-1/

http://www.khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=331&Itemid=47

Categories: School Lessons | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: