Perkembangan dalam Etika Bisnis


Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).

Dapat ditarik kesimpulan bahwa ialah pengetahuan tentang cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal serta implementasi norma dan moralitas untuk menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis.

Berikut perkembangan dalam etika bisnis :

Picture1

1. Situasi Dulu

Dalam filsafat dan teologi Abad pertengahan pembahasan bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur dilanjutkan dalam kalangan Kristen maupun Islam. Topik-topik moral sekitar ekonomi dan perniagaan tidak luput pula dari perhatian filsafat dan teologi di zaman modern.
Dengan membatasi diri pada situasi Amerika Serikat selama paro pertama abad ke 20, De george melukiskan bagaimana di perguruan tinggi masalah topik moral sekitar ekonomi dan bisnis terutama disoroti dalam teologi. Dalam kalangan Katolik, pada umumnya mata kuliah itu mendalami “Ajaran Sosial Gereja”, yaitu uraian sistematis dari ajaran para paus dalam ensiklik-ensiklik sosial, mulai dengan ensiklik Rerum Novarum (1891) dari Paus Leo XIII. Hingga saat ini para paus mengelurkan ensiklik-ensiklik sosial baru sampai dengan Sollicitudo Rei Socialis (1987) dan Centesimus Annus (1991) dari Paus Yohanes Paulus II. Suatu contoh bagusnya adalah dokumen pastoral yang dikeluarkan para uskup Amerika Serikat dengan judul Economic Justice for All. Catholic Social Teaching and the U.S. Economy (1986). Dalam kalangan Protestan, buku teolog Jerman Reinhold Niebuhr Moral Man and Immoral Society (New York, 1932) menjalankan pengaruh besar atas pengajaran etika mengenai tema-tema sosio-ekonomi dan bisnis di perguruan tinggi mereka.

2. Masa peralihan : Tahun 1960-an

Dasawarsa 1960-an di Amerika Seikat dan dunia Barat pada umumnya ditandai oleh pemberontaan terhadap kuasa dan otoritas, revolusi mahasiswa (mulai di ibukota Prancis bulan Mei 1968), penolakan trhdap establishment (kemapanan). Suasana tidak senang khususnya kaum muda itu diperkuat dengan keterlibatan Amerika Serikat dalm perang Vietnam. Secara khusus kaum muda menolak kolusi yang dimata mereka terjadi antara militer dan industri. Industri dinilai terutama melayani kepentingan militer. Serentak timbul kesadaran akan masalah ekologis dan terutama industri diannggap sebagai penyebab masalah lingkungan hidup. Pada waktu yang sama timbul juga suatu sikap anti-konsumeristis. Semua faktor itu mengakibatkan suatu sikap anti-bisnis pada kaum muda, khususnya mahasiswa.
Dunia pendidikan menanggapi situasi tersebut dengan cara yang berbeda-beda. Salah satu reaksi paling penting adalah memberi perhatian khusus kepada sosial issues dalam kuliah tentang manajemen, yang dalam kurikulumnya diberi nama Business dan Society. Salah satu topik yang menjadi populer adalah Corporate social responsibility (tanggung jawab soaial perusahaan). Pendekatan itu diadakan dari segi manajemen, dengan sebagian melibatkan hukum dan sosiologi, tetapi teori etika filosofis belum dimanfaatkan.

3. Etika bisnis lahir di Amerika Serikat : Tahun 1970-an

Ada dua faktor yang memberi kontribusi besar kepada kelahiran etika bisnis di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1970-an: sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis sekitar bisnis, dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di Amerika Serikat dengan dibantu oleh ahli ekonomi dan manajemen. Dengan itu mereka meneruskan tendensi etika terapan pada umumnya, yang selalu berorientasi multidisipliner. Norman E. Bownie menyebut suatu kerja sama macam itu sebagai tanggal kelahiran etika bisnis, yaitu konferensi perdana tentang etika bisnis di Universitas Kansas oleh Philosophy Departement (Richard De George) bersama College of Business (Joseph Pichler) bulan November 1974. Makalahnya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku : Ethics, Free Enterprise, and Public Policy : Essays on Moral Issues in Business (1978).
Faktor kedua yang memicu timbulnya etika bisnis sebagai suatu bidang studi yang serius adalah krisis moral. Pada awal 1970-an terjadi skandal dalam bisnis Amerika, di mana pebisnis berusaha menyuap politisi kepada kampanye politik. Lockheed Affair, kasus korupsi yang melibatkan perusahaan pesawat terbang Amerika yang terkemuka. Krisis menjadi lebih besar dengan menguaknya “Watergate Affair” yang akhirnya memaksa Presiden Richard Nixon mengundurkan diri.

4. Etika bisnis meluas ke Eropa : Tahun 1980-an

Di Eropa etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira sepuluh tahun kemudian, mula-mula di Inggris kemudian ke negara Eropa Barat lainnya. Semakin banyaknya fakultas ekonomi atau sekolah bisnis di eropa mencantumkan mata kuliah etika bisnis, pada tahun 1983 diangkat profesor etika bisnis pertama di suatu universitas di Eropa yaitu Universitas Nijenrode, Belanda. Perkembangan pesatpun terjadi di saat anggaran belanja universitas di mana-mana diperketat akibat kesulitan finansial. Maka di tempat chair dalam etika bisnis disponsori oleh dunia bisnis, seperti di Inggris pada sekolah bisnis Leeds, Manchester dan London. Pada Tahun 1987 didirikan European Business Ethics Network (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional maupun internasional seperti misalnya serikat buruh. Sebagian bahan konferensi telah diterbitkan dalam bentuk buku.

5. Etika bisnis menjadi fenomena global : Tahun 1990-an

Kini etika bisnis dipelajari, diajarkan dan dikembangkan diseluruh dunia. Sejak dimulainya liberalisasi ekonomi di Eropa Timur, apalagi sejak runtuhnya komunisme akhir tahun 1980-an, dirasakan kebutuhan besar akan pegangan etis karena disadari peralihan ke ekonomi pasar bebas tidak bisa berhasil jika tidak disertai etika bisnis. Di Institusi Jepang yaitu Institute of Moralogy yang bermukim di Universitas Reitaku di Kashiwa-Shi yang disponsori pemerintah Jepang berusaha mendekatkan etika dengan praktek bisnis. Pada tahun 1989 dan 1991 mereka menyelenggarakan konfrensi tentang etika dalam ekonomi global, yang dihadiri oleh akademisi dari seluruh Asia. Di India, etika bisnis dipraktekan oleh Management Center of Human Values yang didirikan oleh dewan direksi dari Indian Institute for Management di Kalkuta tahun 1992. Pusat yang dipimpin Prof. S.K Chakraborty ini sejak 1995 mengeluarkan majalah yang berjudul Journal of Human Values. Juga di Hongkong tahun 1997, pengalaman dengan beberapa kasus korupsi mendirikan Independent Comission Against Corruption tahun 1974. Universitas Hongkong memiliki Center of Business Values (1994). Sedikit sebelumnya Hongkong Baptist College mendirikan Center for Applied Ethics.
Tanda bukti terakhir bagi sifat global etika bisnis adalah didirikannya International Society  for Business, Economics, and Ethics (ISBEE). ISBEE mengadakan pertemuan perdananya dengan The First World Congress of Business, Economics and Ethics di Tokyo pada 25-28 Juli 1996 dengan membawakan 12 laporan situasi etika bisnis di kawasan dunia. Kongres kedua berlangsung di Sao Paolo, Brasil, tahun 2000.

6. Sekarang

Hingga saat ini Etika Bisnis terus berkembang. Di indonesia sendiri pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.

 

Referensi :

https://melvinaliciouz.wordpress.com/2012/03/27/etika-bisnis-dan-perkembangannya/

http://nafitriandriyani.blogspot.co.id/2015/05/apa-itu-etika-bisnis.html

https://purnama110393.wordpress.com/2014/01/08/perkembangan-terakhir-dalam-etika-bisnis-dan-profesi/

 

 

Categories: School Lessons | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: